Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

JEREMY WADE "RIVER MONSTERS" AKAN HADIR DI JAKARTA

Discovery Channel River Monsters Live in Asia ini akan digelar di Kota Kasablanka, Food Society Atrium pada hari Kamis (22/5), pukul 18.00-20.00 WIB. Event ini gratis untuk umum. Selain itu sahabat mancing juga bisa ikutan menjadi salah seorang dari 125 subscribers televisi berbayar yang mendapatkan goodie bag dari Discovery Channel ketika menghadiri acara ini. Caranya daftarkan diri kamu secara online pada: http://www.discoverychannelasia.com/more/events/river-monsters-live-in-asia/jakarta/


River Monsters Live in Jakarta
River Mosters Live in Jakarta


EVENT: INDONESIA FISHING TACKLE EXHIBITION 2014

Indonesia Fishing Tackle Exhibition 2014 kembali digelar mulai tanggal 09 hingga 11 Mei 2014 yang berlokasi di Mall Pluit Junction. Sahabat mancing yang ingin melengkapi peralatan mancingnya jangan lupa mampir, karena banyak hadiahnya, ada gamenya, diikuti toko-toko pancing terkemuka.

INDONESIA FISHING TACKLE EXHIBITION 2014
INDONESIA FISHING TACKLE EXHIBITION 2014

Di latarbelakang terlihat peserta Indonesia Fishing Tackle Exhibition 2014
Di latarbelakang terlihat peserta Indonesia Fishing Tackle Exhibition 2014

Pengunjung Indonesia Fishing Tackle Exhibition 2014 sedang berpatisipasi dalam game yang diselenggarakan panitia
Pengunjung Indonesia Fishing Tackle Exhibition 2014 sedang berpatisipasi dalam game yang diselenggarakan panitia
Sumber: FB Pengurus Pusat Formasi

MUNGKINKAH MANCING BERKOLABORASI DENGAN FASHION?

Mungkin ini yang menjadi pertanyaan besar bagi kita yang hobby mancing. Ternyata Styssy bekerja sama dengan pembuat jam merek Luminox serta Megabass sebagai perusahaan pembuat alat2 pancing rencananya akan melakukan launcing Stussy x LUMINOX x Megabass – Limited Edition Box Set. Produk ini hanya diproduksi terbatas sebanyak 1000 buah saja.

Megabass dalam hal ini akan mengeluarkan XPOD Jr nya yang merupakan varian terbaru dari Megabass XPOD.  XPOD Jr ini memiliki panjang 90.5 mm saja. Rencana launching produk ini adalah pertengahan bulan Agustus 2011 ini.

Rekan mancing berminat?
Labels: , 3 comments | edit post

UNDANGAN MANCING BERSAMA

mancing ikan masRekan mancing sekalian, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan (puasa), milis Mancing Ikan Mas mengundang anda untuk berpartisipasi dalam acara Mancing Bersama sekalian bersilahturahmi. Rencananya acara Mancing Bersama ini akan diadakan:
Bagi rekan mancing yang ingin berpartisipasi bisa menghubungi Mang Uci (HP: 0817 9984 666, Email: mustikajs@yahoo.co.id)

  • Tanggal: Tentative 23 or 30 July 2011
  • Pukul: 09.00 WIB s/d 16.00 WIB
  • Tempat: Pemancingan “ITA”, Jl. Rawa Binong - Pd Gede. Jak-Tim
  • Biaya pendaftaran: Rp. 200,000/lapak/2joran + Makan Siang
  • Pendaftaran dibuka hingga tanggal 21/7/2011.
  • Pembayaran: BCA: 786 0494 040 a/n, Mustika J Sanusi

Hadiah yang disediakan panitia:
  • Juara 1 dari babon terberat ke 1 Rp. 800,000,-
  • Juara 2 dari babon terberat ke 2 Rp. 700,000,-
  • Juara 3 dari babon terberat ke 3 Rp. 600,000,-
  • Juara Total Barat + Timur @ Rp. 250,000,- = Rp. 500,000,-
  • Juara ikan terkecil Rp. 150.000,- utk 1 orang
  • Door Price berupa alat-alat pancing dari Sponsor
Tunggu apalagi? buruan daftar tempat terbatas loh.

SUMBANG POPPER BAGI KORBAN BENCANA

Cherity PopperSehubungan dengan bencana alam yang menimpa Indonesia berturut-turut mulai dari Banjir Bandang yang memakan korban hingga ratusan jiwa di Wasior Papua, kemudian Tsunami yang memakan korban tidak kalah banyaknya di Pulau Mentawai Sumatra Barat, hingga meletusnya gunung Merapi yang memakan korban puluhan jiwa serta ribuan jiwa lainnya harus mengungsi dan kehilangan ternak serta harta benda di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang. Hal ini menggerakan hati banyak pihak untuk mengadakan aksi solidaritas dan bahu-membahu membantu meringankan penderitaan para korban.
Salah seorang yang terpanggil untuk membantu para korban yaitu Bapak Adhek Amerta dari bali. Nama ini sudah tidak asing lagi bagi para pemancing tanah air maupun mancanegara. Beliau terkenal sebagai pengerajin Lure jenis Popper dan sejenisnya. Beliau mempersembahkan hasil popper hasil karyanya untuk meringankan penderitaan sesama yang terkena bencana di Waisor, Mentawai dan Merapi. Wira Liu, salah seorang rekan kami, dipercaya oleh Bapak Adhek untuk mengkoordinir penjualan Poppernya untuk menggalang dana bagi korban bencana.

Berikut ini petikan email dari Bapak Wira Liu.

Salam mancing,

Kepada para moderator milis dan Fishy Forum saya mohon ijin untuk memakai sedikit space di Milis dan forum ini.

Teman-teman semua, seperti yang kita ketahui bahwa akhir-akhir ini negara kita kerap dilanda bencana, mulai dari banjir bandang Wasior, Gempa Mentawai dan saat ini sedang hangat dengan bencana gunung Merapi yang sedang meletus, tentunya hal ini membawa duka dan penderitaan kepada suadara-saudara kita para korban bencana ini.

Dan untuk kedua kalinya Bp. Adhek Amerta dari bali berinisiatif untuk menyumbangkan 60 buah poppernya untuk saya jual dan seperti kegiatan terdahulu dana hasil penjualan akan disumbangkan seluruhnya untuk korban bencana ini, semoga bisa sedikit meringan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana ini.

Semoga teman-teman semua berkenan dengan kegiatan yang kami selengarakan ini, dan mohon dukungan-nya.

Berikut ini adalah terms & conditions penjualan "Popper for Charity 2010":

1. Harga : RP. 120.000,- perbuah. *)

2. Harga sudah termasuk ongkos kirim (ditanggung oleh pak Adhek).

3. Pemesanan lewat email ke wira-liu@centrin.net.id. Silahkan mencantumkan nomor Popper yang ingin anda pesan di list yang saya sertakan dalam email/posting ini tertera nomor setiap popper.

4. Pemesanan hanya dilayani lewat email ini (wira-liu@centrin.net.id), telpon, SMS, Lisan dll tidak akan dilayani.

5. Pesanan menerapkan sistim FIRST COME FIRST SERVE (menurut urutan email yang masuk ke mailbox).

6.Jumlah pembelian untuk setiap org/kepala adalah maksimal 10 buah popper.

7. Pemesanan dianggap sah apabila sudah melakukan pembayaran harga popper, pembayaran paling lambat 7 hari setelah pemesanan, apabila setelah 7 hari tidak ada pembayaran maka popper yang sudah dipesan akan dijual lagi kepada peminat lain.

8. Setiap pemesan akan dikirimkan konfirmasi dari kami secepatnya tentang ketersedian barang yang dipesan, serta no rekening bank untuk pembayaran .

9. Dilarang untuk memperjualbelikan lagi popper edisi khusus ini.

10. Pengiriman akan diakukan secepat-nya setelah pembayaran popper + ongkos kirim, saat ini barang sudah siap, jadi kemungkinan pengiriman akan dilakukan dalam 1~2 hari (maksimal 7 dalam kondisi libur atau keadaan yang tidak memungkinkan/tidak terduga) setelah ongkos2 di atas lunas.

Di bawah ini adalah daftar Tipe dan stock popper yang tersedia (sekali lagi FIRST COME FIRST SERVE).

Sebelumnya Kami ucapkan banyak terimakasih atas perhatian dan support dari rekan pemancing semuanya.

Salam
Wira
*) sudah termasuk ongkos kirim

Berikut ini adalah popper yang dimaksud:


Popper Adhek 1-7
Popper Adhek 8-14
Popper Adhek 15-22
Popper Adhek 23-29
Popper Adhek 30-38
Popper Adhek 39-45
Popper Adhek 46-53
Popper Adhek 54-60

LOMBA MANCING SIDAT

lomba mancing sidatBagi pencinta mancing, lomba atau turnamen mancing ikan sudah biasa. Namun lomba mancing Sidat (orang jakarta menyebutnya Moa, daerah lain mengenalnya dengan Ikan Pelus, sementara nama latinnya: Anguilla sp) hampir tidak pernah kita dengar. Hal ini dikarenakan belakangan ini sungai-sungai yang merupakan habitat alami sidat sudah rusak akibat pencemaran dan penangkapan ikan tak terkendali dengan jaring, strum dan racun. Tapi jangan salah, ternyata di Yogyakarta ada lomba mancing Sidat. Berikut petikan email dari seorang teman:

Beberapa hari yg lalu saya pulang ke Yogyakarta, sebuah kota yang bagi saya masih tetap istimewa.... Yogya, memang identik dengan banyak hal unik dan sangat menarik baik dari sisi sosial, seni maupun budayanya. Hal ini tercermin jelas dari keseharian masyarakatnya.. Banyak hal unik yang sering kita jumpai di kota ini, salah satunya adalah diselenggarakannya (secara rutin beberapa kali dalam setahun) Lomba Memancing Sidat. Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke-82, sebuah kantor DPC salah satu partai menyelenggarakan kegiatan berupa : "Lomba Memancing Sidat".

Ketentuan lomba sbb:

Biaya pendaftaran: Rp.15.000/peserta

Tempat pendaftaran: 1.Jl.HOS Cokroaminoto 113Yogyakarta
2.Jl.Purwanggan 3 Pakualaman Yogyakarta
Waktu Penilaian Hasil: Hari Minggu tgl.31 oktober 2010, maks jam 10.00
Waktu lomba: Mulai hari sabtu jam 18.00 tgl 30 Oktober 2010

Tempat memancing: Sungai, lokasi bebas


Hadiah Lomba :

-Juara 1 : Rp.2.000.000
-Juara 2 : Rp.1.500.000

-Juara 3 : Rp.1.000.000
-Juara 4 : Rp. 500.000
-harapan 1 - 10 masing masing Rp.100.000.

Ketentuan lain: Sidat Juara 1 - 4 menjadi hak panitia.


Demikian infonya, barangkali ada diantara teman2 milis yang tertarik?
Catatan: Hadiah memang selalu diharapkan, tetapi biasanya pemancing sidat di yogya tidak begitu memprioritaskan nilai hadiahnya melainkan lebih senang dengan ajang kompetisinya.

Bagaimana tertarik mengikuti lomba mancing sidat?
Salam strike...

SENSASI MANCING MONSTER ALOR

Mancing Gembira: Wiwied dan Monster AlorAlor merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibukota Alor berada di Kalabahi. Penduduk Alor berjumlah 150.000 jiwa, sedangkan luasnya adalah 2.864,6 KM2. Kabupaten ini berbentuk kepulauan dan dilintasi jalur pelayaran dagang internasional ke Samudera Pasifik.

Dibalik keindahan alam permukaan dan bawah laut, Alor menyimpan potensi mancing yang sungguh menakjubkan. Beberapa bulan lalu kami mendapat kabar Wiwied, operator mancing Taka Adventure, tentang keganasan monster laut Alor. Lokasi mancing yang tidak jauh dari daratan membuat Alor menjadi salah satu surga mancing yang potensial di Indonesia. Spot mancing di Alor kebanyakan cocok untuk teknik jigging dan dasaran dengan kedalaman kurang lebih 120 m serta arus yang cukup kuat sehingga pemancing yang ingin mancing disana diharapkan membawa stok jig ukuran 250 g hingga 300 g yang cukup banyak.
Mancing Gembira: Sensasi Mancing Monster Alor
Untuk mencapai Alor, rekan-rekan bisa menggunakan pesawat tujuan Kupang dan dari Kupang bisa menggunakan pesawat Merpati atau TransNusa yang melayani rute Kupang - Alor 5 kali seminggu. Jika tertarik untuk menjajal monster Alor sebaiknya persiapkan fisik dan disarankan membawa persediaan jig ukuran 250 g dan 300 g yang banyak. Taka Adventure sebagai salah satu operator mancing disana juga menyiapkan rod serta reel bagi tamu-tamunya.


Foto: dokumentasi sdr Wiwied (Taka Adventure)

RAJA AMPAT, WISATA BAHARI TERBAIK DI DUNIA

Mancing Gembira: Giant TrevallyKabupaten Raja Ampat letaknya terpencil di Papua Barat. Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 wisata menyelam terbaik di dunia.

Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia. Kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia.

"Kita ingin memperkenalkan Raja Ampat ke dunia. Wisata bahari Raja Ampat mempunyai potensi dan peluang menjadi yang utama dalam pentas dunia," kata Bupati Raja Ampat Marcus Wanma saat pembukaan Pusat Informasi Wisata Raja Ampat di Jl By Pass Sanur, Denpasar, Kamis (15/4/2010).

Untuk memperkenalkannya ke dunia, Raja Ampat membuka pusat informasi di Bali. Alasannya, Bali sebagai destinasi utama kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

"Melalui Bali kita memperkenalkan dan mengundang investor dunia ke Raja Ampat," kata Marcus.Mancing Gembira: Diving Soft Coral Raja Ampat

Raja Ampat adalah kabupaten baru di Indonesia. Wilayah yang terletak terpencil di Papua Barat ini baru berusia tujuh tahun. Bahkan, infrastrukturnya belum memadai. Untuk mencapai Raja Ampat, wisatawan harus terbang ke Sorong kemudian menyusuri laut sejauh 71 km untuk tiba di Raja Ampat.

Meskipun masih berusia dini, Raja Ampat mampu menyedot wisatawan mancanegara sebanyak 5 ribu orang per tahun pada 2009. Targetnya, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6 ribu di tahun 2010. (gds/djo)
Sumber: detik.com, Edited By MG
Labels: , 0 comments | edit post

TEKNOLOGI TRANSGENIK PADA IKAN

Mancing Gembira: Ikan Trout Six-PackBeberapa waktu lalu sempat heboh tentang Six-Pack Trout dimana ikan mutan ini merupakan hasil kerja keras pada ilmuwan bertahun-tahun yang lalu dengan menyuntikan ratusan telur ikan Rainbow Trout dengan DNA deri species lain yang membuat telur-telur ini menetas dan menghasilkan ikan yang berotot.

Bagi industri mancing, khususnya mancing galatama, teknologi ini bisa merupakan solusi masaMancing Gembira: Perbandingan trout normal dan mutan depan yang dapat membawa mancing galatama lebih menarik jika para ahli bisa membuat ikan-ikan air tawar yang biasa dipertandingkan dalam mancing galatama menjadi six-pack atau berotot besar. Ikan mutan dengan otot yang lebih besar dari ikan-ikan biasa akan memberikan perlawanan yang lebih hebat ketika tersangkut kail pemancing (strike). Ini akan memberi kepuasan tersendiri bagi para pemancing (angler).

Sayangnya dari sisi konservasi dan akan membahayakan ekosistem jika ikan-ikan transgenik atau mutan ini lepas di sungai atau danau karena akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Ikan-ikan ini akan menjadi predator yang ganas bagi perairan sekitarnya dan juga mengganggu keseimbangan bagi predatornya.
Labels: 0 comments | edit post

DEEP INDONESIA EXTREME INDONESIA

Popper Adhek BaliSeperti kita ketahui acara Deep Indonesia dan Extreme Indonesia merupakan event exhibisi diving, olahraga air serta adventure dan travel terbesar di Indonesia. Mancing merupakan salah satu olahraga air juga merupakan kegiatan rekreasional yang berhubungan dengan air.

Deep Indonesia dan Extreme Indonesia tiap tahun diadakan pada bulan Maret, tahun ini diadakan pada tanggal 12 hingga 14 Maret. Salah satu pendukung dalam acara ini adalah FORMASI (Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia) yaitu wadah resmi bagi para penggiat olahraga mancing, pemancing / angler di Indonesia. Pada Deep Indonesia dan Extreme Indonesia tahun ini kami sempat mencatat ada 2 booth yang mengusung tema tentang olahraga mancing. Kedua booth tersebut adalah: Catalina Cylinder & Adhek Bali serta Mancing Magazine.

Catalina Cylinder & Adhek Bali menawarkan peralatan selam dan popper Adhek Bali yang terkenal tersebut. Pada booth mereka terlihat pengunjung cukup banyak dan mereka terlihat asik memperhatikan film mancing yang sedang diputar didepan booth ini. Terlihat juga Pak Adhek sedang menjelaskan kepada beberapa pengunjung yang bertanya mengenai popper buatannya dan mengenai trip mancing di Bali. Didepan booth terlihat sebuah display berisi berbagai jenis popper buatan Bapak Adhek ini.

Booth Mancing MagazineSementara pada booth Mancing Magazine, mereka menawarkan produk Majalah Mancing, T-shirt bertema mancing produksi Singindrag, Popper produksi Rudi Popper, Trip Mancing dengan EO dari MKFishingtour, Electrofish, Serta berbagai Jig dan Inchiku dari Toko Pancing Asia Central Pancing (bandengan). Booth Mancing ini terlihat sangat ramai dan mampu mencuri perhatian pengunjung pameran. Terlihat disana Mas Gino dan Mas Anto dengan semangatnya menawarkan serta menjelaskan trip mancing MK fishingtour kepada para pengunjung pameran yang melintas, sementara staf dari majalah mancing sedang membantu beberapa pengunjung yang sedang mencoba permainan simulasi mancing dengan joran yang menggunakan visual pada televisi dan alat yang berbentuk kotak hitam yang akan menarik benang pancing para pemain layaknya fight dengan ikan GT atau Marlin betulan. Bapak Djoko terlihat melayani pengunjung yang tertarik pada lure yang dipajang di booth ini.

Secara umum Deep Indonesia kali ini terbilang sukses. Pengunjung yang mengunjungi pameran yang bertiket masuk seharga 20 ribu Rupiah ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut beberapa pengunjung, peserta pameran kali ini tidak sebanyak tahun lalu. Tahun ini tempat pelaksanaan acara ini agak tersembunyi sehingga agak menyulitkan pengunjung (lokasi tahun lalu sedang digunakan untuk pameran produk agro yang waktu pelaksanaannya juga bersamaan). Kami berharap tahun depan lebih banyak lagi peserta pameran yang berhubungan dengan olahraga mancing seperti trip mancing, majalah/tabloit mancing, peralatan mancing maupun pernak-pernik mancing lainnya.
Labels: 0 comments | edit post

PEMANASAN GLOBAL MENGANCAM AKTIVITAS MANCING

Pemanasan global mengancam semua aspek kehidupan. Menurut perkiraan peneliti ekonomi lingkungan senior PBB, lebih dari 250 juta orang akan kehilangan mata pencahariannya (berhubungan dengan perikanan) akibat matinya trumbu karang tropis. Matinya trumbu karang ini menyebabkan berkurangnya populasi ikan.

"More than 250 million people are at risk seriously of their lifeblood going away because of the lack of fish on tropical coral reefs," he told reporters in Copenhagen.


Trumbu karang dalam kondisi normal bisa pulih dengan sendirinya dari pemutihan (coral bleaching), namun kini mereka mati dan menghancurkan industri perikanan karena lautan menyerap jumlah CO2 yang semakin meningkat, menyebabkan meningkatnya tingkat keasaman.

Normally corals recover from bleaching episodes, but now reefs are dying, destroying fisheries, because oceans are absorbing growing amounts of CO2 and becoming increasingly acidic.


Negara-negara tropis akan sangat merasakan sekali dampak dari kehancuran industri perikanan. Penggemar olahraga mancing tidak akan semenarik saat ini atau masa-masa lampau. Akan sangat sulit memancing satu ikan dilautan luas dengan trumbu karangnya telah hancur.

Penghijauan intensif diperlukan dalam hal ini. Penanaman lebih banyak pohon dapat menolong untuk mencegah hal ini terjadi dimasa depan. Pertumbuhan pohon dapat membantu menyerap CO2 dalam atmosfir dan carbon alami akan diserap lautan.

Mari kita selamatkan bumi kita dari pemanasan global dengan menanam lebih banyak pohon agar anak cucu kita dapat menikmati olahraga mancing seperti yang kita gilai saat ini.
Salam Strike

Sumber: The Jakarta Post

RIBUAN IKAN MATI AKIBAT DIPOTAS

Ribuan ikan ukuran besar dan kecil di sepanjang aliran sungai Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis diketahui mati yang diduga akibat ulah pencari ikan menggunakan racun.

"Berdasarkan laporan dari Kelompok Pengawas Masyarakat, dugaan sementara ikan yang mati itu memang akibat racun semacam apotas yang sengaja disebar di aliran sungai untuk memperoleh ikan dengan cara mudah," kata Kepala Bidang Perikan Budidaya, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Bantul Bambang Pin Erwanta, Kamis (3/12).

Menurut dia, berdasarkan ciri fisik yang ada pada ikan yang ditemukan mati seperti pucat dan ingsang berwarna coklat maka kuat dugaan akibat terkena racun apotas.

"Kami perkirakan pelaku menebar apotas pada Rabu kemarin dan ikan baru diketahui mati hari ini setelah terdapat banyak ikan yang mengambang di permukaan sungai," katanya.

Pihaknya saat ini belum akan memikirkan memberikan ganti rugi karena ikan yang mati bukanlah milik kelompok petani ikan atau warga setempat namun ikan yang hidup sepanjang aliran sungai.

"Sebenarnya untuk mencari ikan ada aturan yang melarang ikan diberi racun apotas namun hanya dijaring atau dipancing karena ikan yang diracun juga sangat berisiko jika dikonsumsi manusia," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Petani Ikan Air Payau Mugari mengatakan ribuan ikan yang mati terdiri berbagai jenis seperti nila, keting, tawes dan bawal air tawar.

"Kami khawatir jika air dari sungai yang tercemar racun tersebut juga masuk ke area laguna karena dapat mengancam ikan yang dibudayakan masyarakat," katanya.

Kapolsek Sanden AKP Darmanto menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dugaan ribuan ikan mati akibat racun apotas yang sengaja disebar di aliran sungai.

"Kami langsung mengadakan penyelidikan atas kasus tersebut namun untuk racun yang digunakan kami belum dapat menentukan jenisnya," katanya.

Sumber: Kompas

REPORT TURNAMEN MANCING AGUNG LAKSONO

Pelaksanaan turnamen mancing memperebutkan piala Agung Laksono yang diadakan di Sepulauan Seribu (16 hingga 17 Okt 2009) berjalan dengan sukses. Semua peserta dilepas oleh panitia pada hari pertama turnamen mancing dari dermaga Marina Batavia pukul 4 subuh. Para pemancing mulai mancing hingga pukul 16:00, mereka harus merapat ke dermaga Pulau Bidadari untuk melakukan penimbangan hasil tangkapan pada hari pertama.

Usai penimbangan para peserta dan panitia beristirahat sejenak di kotage yang disediakan panitia di Pulau Bidadari. Malam harinya dilanjutkan dengan acara makan malam bersama sambil dihibur live music. Rencananya setelah makan malam, akan diadakan acara amal, dimana hasilnya akan disumbangkan untuk korban gempa di Sumatera Barat, namun sayangnya cuaca tidak mendukung. Tiba-tiba saja hujan deras disertai angin ribut mengganggu acara yang sudah disiapkan panitia. Alhasil baik panitia maupun peserta buru-buru kembali ke penginapan untuk memanfaatkan waktu beristirahat.

Hari kedua turnamen Mancing Agung Laksono, para peserta dan panitia mulai dengan sarapan pada pukul 3 pagi. Usai sarapan, peserta dan pengamat turnamen segera menaiki kapal masing-masing dan berlayar ke spot mancing yang sudah direncanakan para peserta. Panitia memberi kesempatan peserta mancing untuk kembali hingga pukul 15:30, yang merupakan waktu penimbangan ikan hari ke-2. Hampir semua peserta kembali tepat waktu, walaupun ada beberapa yang telat.

Usai penimbangan hari ke-2, panitia mengadakan jamuan makan dan dilanjutkan pengumuman pemenang lomba. Akhirnya Jackpot berupa mobil Mercedes Benz C200 tidak berhasil diraih oleh peserta turnamen mancing kali ini. Cuaca selama pelaksanaan lomba sangat baik walaupun malam harinya sempat hujan angin. Kondisi laut flat, sangat tenang, arus lumayan (cukup baik).

Mancing Gembira: Ketua Team Jagat Menaikan TenggiriPak Pepen, salah seorang pesarta turnamen dari team Jagat, berhasil menaikan ikan tenggiri seberat 5 kg pada hari kedua.


Mancing Gembira: Proses PenimbanganSuasana penimbangan hasil mancing pada hari pertama.


Mancing Gembira: Hasil Timbangan Hari PertamaIkan-ikan hasil pancingan yang ditimbang pada hari pertama.


Mancing Gembira: Juara PertamaJuara pertama


Mancing Gembira: Juara KeduaJuara Kedua team Orca.


Mancing Gembira: Juara KetigaJuara ketiga.


Mancing Gembira: Juara SpeciesSalah satu team yang menuarai kategori species.


Mancing Gembira: PanitiaPanitia turnamen berfoto bersama.

Dirangkum dari berbagai sumber.
Salam Strike....

SUMBANG POPPER UNTUK KORBAN GEMPA

Mancing Gembira: Popper Adhek jenis Gecko edisi CHARITY Gempa Sumbar 30-09-2009Gempa bumi (30/09/2009) yang meluluh lantakkan Sumatera Barat menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang begitu besar. Kejadian ini menimbulkan kesedihan dan duka cita yang mendalam sehingga banyak pihak tergerak hatinya untuk membantu para korban. Pemerintah kita serta negara-negara sahabat turut menghimpun bantuan untuk korban gempa Sumbar ini. Di dalam negeri berbagai komunitas turut membantu baik dalam bentuk tenaga, barang, uang, obat-obatan serta bantuan lainnya.

Komunitas penggiat olahraga mancing pun tidak mau kalah, dalam berbagai kesempatan mereka turut pula menghimpun sumberdaya yang dapat mereka sumbangkan untuk meringankan penderitaan korban gempa di Sumatera Barat. Bapak Adhek, salah satu produsen popper (lure) yang cukup terkenal di dalam negeri hingga ke mancanegara, tergerak hatinya untuk turut berpartisipasi membantu korban gempa bumi dengan menyumbangkan 50 buah lure atau popper buatan tangannya dalam berbagai tipe untuk dijual dan hasil penjualannya ini akan disumbangkan untuk korban gempa Sumatera Barat. Seperti kita tahu bahwa popper buatan bapak Adhek dari Bali ini merupakan item mancing yang paling banyak dicari oleh pemancing dalam dan luar negeri.

Popper Adhek yang disumbangkan ini merupakan edisi khusus yang pada tiap bodynya terdapat tulisan: "CHARITY Gempa Sumbar 30-09-2009". Tiap popper ini diberi harga RP. 100.000,- per buah (harga normal di pasaran adalah 200.000 sampai 225.000 untuk popper warna standard dan 250.000 samapai 275.000 untuk popper warna hologram), belum termasuk ongkos kirim.

Berikut ini jenis dan quantity popper Charity: Big Gecko (10 unit), Mini Gecko (10 unit), Long Goby (5 unit), Short Goby (5 unit), Pompom (5 unit), Big Dragonet (5 unit), Cuttle (5 unit), Bell (5 unit). Jika rekan-rekan mancing tertarik untuk mengkoleksi popper edisi khusus ini, dapat menghubungi saudara Wira Liu via email di: wira-liu(at)centrin.net.id. Jangan sampai kehabisan karena popper ini dibuat dalam jumlah terbatas (hanya 50 buah saja).
Salam Strike...
Labels: , 0 comments | edit post

MANCING DI TEBING KARANG DITEMANI CADDY

Pemandu pemancing di Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Jumidi-kiri, dan pemancing dari Jakarta yang dia dampingi tetap berjaga sekitar pukul 05.00 di Pantai Bekah, Gunung Kidul, Minggu 11.10. Pemandu disebut caddy pemancing tebing ini bisa memperoleh honor Rp 200.000 per malam.Menjelang dini hari, ketegangan Jumidi (41) mulai berkurang. Ia sudah bisa tersenyum karena beban tugasnya berkurang. Sebagian tamunya—pengusaha yang ditemaninya memancing sejak Sabtu (10/10) sore—kelelahan dan tidur di tenda di tepi Pantai Bekah.

Sebagai caddy, begitu pemandu ini dipanggil, Jumidi tak boleh tidur. Ia harus siap-siaga sepanjang waktu saat tamunya memancing di Pantai Bekah, Dusun Temon, Kecamatan Purwosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Tiga dari 15 tamunya dari kota itu tertidur pulas dengan 20-an kilogram ikan hasil mancing.

Sejenak Jumidi meregangkan tubuhnya sambil tetap menjaga beberapa joran yang masih dipasang di antara tonjolan batu karang. Pospor yang menyala di ujung joran sesekali bergerak di kegelapan malam dan menandakan umpan sedang dimakan ikan. Dengan sekuat tenaga, Jumidi menarik joran sambil meneriakkan, ”Dewa Baruna, kulo nyuwun iwak (Dewa Baruna, saya minta ikan).”

Angin yang bertiup kencang dari arah Laut Selatan Gunung Kidul sedang kurang bersahabat dengan para pemancing malam itu. Sebanyak 15 pemancing mulai terlelap, tetapi Jumidi tetap setia menjaga alat pancing. Jika salah seorang dari pengusaha yang ditemaninya mancing hari itu mulai terbangun, joran harus sudah siap dipegang.

Marno (40), rekan Jumidi sesama pemandu di tebing karang, juga terjaga sepanjang malam. Baru ketika para pemancing yang ditemaninya beristirahat, Jumidi dan Marno bisa berkisah banyak tentang hidup sebagai pemandu. Menjadi pemandu tak sekadar pekerjaan, tetapi hobi.

Sebelum menjalaninya, Jumidi dan Marno cuma bisa memancing dengan menggunakan bambu dan senar seharga Rp 17.000. Sejak menjadi pemandu sekitar 1982, setiap akhir pekan mereka pun bisa turut menikmati mancing dengan alat pancing seharga Rp 35 juta lebih setiap joran. Seorang pemancing yang baik hati bahkan meninggalkan sebuah joran lengkap untuk Jumidi.

Dari uang yang dikumpulkannya sebagai pemandu, Jumidi kini memiliki 50 ekor kambing dan 4 ekor lembu. Dia biasanya memperoleh Rp 200.000 per malam, belum lagi jika para pemancing memberi tambahan. Jumidi memang terkenal sebagai orang yang tak bisa diam di desanya. Dia petani tadah hujan, sekaligus pencari lobster karang.

Bergaul dengan banyak pejabat, pengusaha, dan dosen, lulusan sekolah dasar itu bermimpi bisa menyekolahkan empat anaknya hingga perguruan tinggi. Sulung Junaidi kini telah duduk di bangku sekolah menengah kejuruan. ”Semua anak saya masuk ranking di kelas,” bisiknya bernada bangga.

Belum selesai bercerita, Jumidi bergegas menyiapkan wedang teh dan kopi bagi beberapa pengusaha yang malam itu didominasi dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA). Tim KTNA ini sedang menggelar turnamen mancing di tebing dan baru pertama kali digelar di Indonesia. Turnamen diikuti 300 pemancing dengan hadiah utama kambing.

Sebagai pemandu, tugas Jumidi tak sekadar berkutat masalah pancing. Dia pun menjadi pengangkut barang pemancing yang beratnya bisa 1 kuintal. Dia biasanya menyunggi beban itu di kepala dengan keranjang bambu rata-rata 2 kilometer.

Resep Jumidi untuk menjaga ketahanan tubuh adalah mengonsumsi jamu rebusan daun pepaya. Sebelum para pemancing tiba di Pantai Bekah, Jumidi turut membantu pemuda karang taruna dari Dusun Temon memasang tenda dan membersihkan bangunan permanen yang sengaja dibangun untuk istirahat pemancing tebing.

Jumidi dan Marno tak pernah bisa duduk diam. Mereka harus terus bergerak: meracik umpan, melempar pancing, menarik mata pancing yang menyangkut di karang, memperbaiki pancing, membuatkan minuman, membuat Jumidi tak pernah jauh dari pemancing. Setiap pemandu bisa menangani dua hingga tiga sekaligus pemancing tebing.

Ketua KTNA Nasional Winarno Tohir, misalnya, hanya tinggal duduk diam dan menjaga mata pancing hingga dimakan ikan. Jika ikan yang dipancing terlalu berat atau di atas 40 kilogram, Jumidi pun segera dipanggil untuk membantu menarik pancing. ”Jika mampu, ya ditarik sendiri. Puncak kenikmatan memancing ya ketika menarik tangkapan ikan,” ucap Winarno.

Winarno mengatakan, keindahan tebing pantai di Gunung Kidul tiada padanannya

di Indonesia. Dari tebing karang Pantai Bekah, pemancing bisa menyaksikan kemunculan ikan lumba-lumba, hiu, dan paus hitam tanpa harus menggunakan kapal. Tak heran Winarno rela tidur beralas tikar di pantai sambil memancing sebulan sekali.

Di kalangan pencinta memancing, tebing-tebing karang di wilayah Gunung Kidul adalah surga. Tebing-tebing curam itu tak hanya menawarkan keindahan panorama alam yang terisolasi.

Meskipun nama dan tugasnya sama dengan caddy yang biasa ditemui di lapangan golf, caddy di tebing karang terdiri dari penduduk lokal bertubuh kekar.

Wilayah Gunung Kidul menyajikan lokasi pancing menarik di 100 titik pantai bertebing. Setiap akhir pekan, kesunyian pantai yang terisolasi itu berubah menjadi hangat oleh kehadiran pencinta mancing....
Sumber: www.kompas.com

TEMUKAN UANG US $87.000 SAAT MEMANCING

Mancing Ikan UangSYDNEY - Pada zaman modern ini masih banyak remaja yang jujur. Sepasang remaja Australia menemukan uang sekitar 87.000 dollar AS atau Rp 870 juta saat memancing. Sebenarnya mereka ingin menghabiskan uang tersebut, tetapi akhirnya memutuskan untuk menyerahkannya kepada polisi.

Sepasang remaja itu menemukan uang akhir bulan lalu di dekat kota Nimbin, New South Wales. Nimbin merupakan pusat gerakan hippies, lokasi banyak terdapat komunitas dan juga ajang festival tahunan untuk mempromosikan penggunaan kanabis. Setelah menyimpan uang itu beberapa lama, akhir pekan lalu mereka pergi ke kantor polisi.


Inspektur Greek More mengatakan, mereka sedang menyelidiki kemungkinan siapa pemilik uang itu serta apakah uang dari hasil kejahatan. Polisi telah menyelidiki daerah Tuntable Creek, tempat kedua remaja menemukan uang. Namun sejauh ini, polisi tidak menemukan jejak atau pertanda apa-apa.

Polisi menyatakan, kemungkinan remaja itu akan mendapatkan uang itu jika tidak ada orang yang secara sah dapat membuktikan kepemilikan uang itu. Wah, lumayan juga.... (AP/REUTERS/JOE)

Dikutip dari www.kompas.com
Labels: 0 comments | edit post

TURNAMEN MANCING AGUNG LAKSONO 2009

http://mancinggembira.blogspot.com: Turnamen Mancing Agung Laksono 2009Kabar gembira, FishyForum bersama FORMASI dan WBW akan melaksanakan Turnamen Mancing Agung Laksono 2009 yang berlokasi di Kepulauan Seribu. Turnamen kali ini akan memperebutkan Piala Agung Laksono, uang tunai yang cukup menarik jumlahnya, voucher, serta jakpot berupa Mercedes Benz C200.

Biaya pendaftaran turnamen mancing ini adalah sebesar Rp 4.000.000 per tim. Biaya ini sudah meliputi biaya akomodasi dan konsumsi di P. Bidadari, biaya sandar kapal di Marina Batavia dan P. Bidadari, serta atribut peserta. Waktu pelaksanaan turnamen ini ialah 16 Oktober hingga 18 Oktober 2009.

Tujuan diadakan turnamen mancing ini adalah:
  1. Menggalang kebersamaan diantara para pemancing sehingga dapat memajukan olah raga mancing di Indonesia
  2. Mempromosikan potensi olah raga mancing khususnya di daerah Kepulauan Seribu
  3. Menumbuh kembangkan rasa kecintaan terhadap pariwisata bahari pada umumnya dan wisata mancing pada khususnya di KepulauanSeribu
  4. Membantu pemerintah daerah, khususnya sektor pariwisata, dengan harapan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri pariwisata sekaligus perkembanagan perekonomian masyarakat kepulauan Seribu pada umumnya

Pendaftaran dapat dilakukan melalui:
Sekretariat Pengurus Pusat FORMASI:
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 43, Gandaria - Jakarta Selatan 12140, Telp: 021-95334012; Fax: 021-7268587 Email: formasi@centrin.net.id
FishyForum: http://www.fishyforum.com
World Blue Water (WBW):
Jl. Gunung Sahari Raya Blok A1 No.8 - Jakarta Pusat 10720; Telp: 021-6012820, 021-6256167; Fax: 021-6594805

Selamat bertanding, jangan lupa C&R.

BUKA PUASA BERSAMA REKAN MANCING

Hari Kamis tanggal 10 September 2009, bertempat di RM Mbok Berek, Jl. Prof Supomo No. 14, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar 70-an pemancing yang tergabung dalam berbagai milis dan forum mancing mengadakan acara buka puasa bersama. Diantara yang hadir ada beberapa pengurus FORMASI, wartawan mancing dan penggemar olehraga mancing.

BUKA PUASA BERSAMA REKAN MANCING
BUKA PUASA BERSAMA REKAN MANCING

TENTANG IUU FISHING

Mancing Gembira: IUU FishingSelama ini kita sering mendengar kata-kata IUU Fishing. Sebenarnya apa yang dimaksud dari IUU Fishing itu? Mancing Gembira mengutip penjelasan tentang IUU fishing dari http://www.stopiuufishing.com sebagai berikut:

DEFINISI IUU
Penangkapan Ikan yang dilakukan secara ilegal, tidak dilaporkan atau yang belum dan tidak diatur (Illegal, Unreported, Unregulated Fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia.

Illegal :
Kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh orang atau kapal perikanan berbendera asing atau berbendera Indonesia di WPP-RI tanpa izin atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Unreported :
Kegiatan penangkapan ikan yang tidak pernah dilaporkan atau dilaporkan secara tidak benar kepada instansi yang berwenang, tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional.

Unregulated :
Kegiatan penangkapan ikan pada suatu area penangkapan atau stok ikan di WPP-RI:
  1. Yang belum diterapkan ketentuan pelestarian dan pengelolaan,
  2. Dilaksanakan dengan cara yang tidak sesuai dengan tanggung-jawab negara untuk pelestarian dan pengelolaan sumberdaya ikan sesuai hukum internasional.

Kerugian akibat illegal fishing :
  1. Subsidi BBM dinikmati oleh kapal-kapal yang tidak berhak;
  2. Pengurangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);
  3. Peluang kerja nelayan Indonesia (lokal) berkurang, karena kapal-kapal illegal adalah kapal-kapal asing yang menggunakan ABK asing;
  4. Hasil tangkapan umumnya dibawa langsung ke luar negeri (negara asal kapal), sehingga mengakibatkan: (a) hilangnya sebagian devisa negara dan (b) berkurangnya peluang nilai tambah dari industri pengolahan;
  5. Ancaman terhadap kelestarian sumberdaya ikan karena hasil tangkapan tidak terdeteksi, baik jenis, ukuran maupun jumlahnya;
  6. Merusak citra Indonesia pada kancah International karena IUU fishing yang dilakukan oleh kapal asing berbendera Indonesia maupun kapal milik warga negara Indonesia. Hal ini juga dapat berdampak ancaman embargo terhadap hasil perikanan Indonesia yang dipasarkan di luar negeri.

PELUNCURAN PORTAL "STOP IUU FISHING"

Mancing Gembira: Freddy NumberiManado (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi meluncurkan portal "Stop Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing" pada rangkaian Sail Bunaken 2009.

Peluncuran website yang bertujuan untuk melawan praktik pencurian ikan tersebut dilakukan bersamaan dengan pembukaan seminar internasional tentang "Intersifying Action to Minimize Illegal Fishing" di Manado, Minggu.

Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Pengendalian Sumber Daya Kelautan, Aji Sularso sebagai pemilik ide mengatakan bahwa pembuatan website tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian dan merangkul lebih luas masyarakat untuk memerangi IUU Fishing secara global.

Sementara Chief Operating Officer PT One System Solution, Rizka A Putranto, sebagai pembuat website mengatakan bahwa sejauh ini belum ada pengerahan melawan "IUU Fishing" melalui dunia maya.

"Ini menjadi embrio untuk memerangi pencurian ikan melalui dunia maya dalam jangka panjang," ujar dia.

Paling tidak, ia mengatakan bahwa dapat berbagi informasi tentang keadaan kelautan dan perikanan Indonesia di dunia. Sehingga diharapkan lambat-laun portal yang sekaligus merupakan program kampanye ini dapat menjaring masukan dari seluruh dunia untuk memerangi pencurian ikan.

Dalam portal www.stopiuufishing.com memberikan fasilitas forum diskusi untuk menjaring pendapat dan masukan dalam memerangi praktik pencurian ikan.

"Topik utama kita memang `IUU Fishing` walaupun pada awalnya akan bersifat luas pada kelautan dan perikanan," tambah Rizka.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengasumsikan bahwa 25 persen hasil perikanan dunia berasal dari praktik penangkapan ikan secara ilegal. Kondisi tersebut terus meningkat dalam hal jumlah dan area, sehingga menjadi masalah utama ekonomi, baik internasional maupun di kawasan Asia Tenggara.

Dikutip dari ANTARA